Mengupas Tasawuf Nusantara Abad ke-19

Pusat Studi Manuskrip (PSM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Pusat Studi Al-Qur’an dan Tafsir (PSQT) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Ngaji Naskah (Ngasah) edisi ke-16 dengan tema “Tasawuf Nusantara Abad ke-19”. Acara yang dipandu oleh Ahmad Solikin, S.Ag., seorang mahasiswa Magister Ilmu Al-Quran dan Tafsir sekaligus pengurus PSQT ini berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2025 pukul 09.00-11.00 WIB melalui platform Zoom Meeting dengan total peserta 95. Dr. Adib Sofia, SS., M.Hum., selaku Ketua PSM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan Ngasah keenam belas ini dapat terselenggara.

Narasumber pertama yaitu Nurul Baiti Rohmah, M.Hum. memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Ajaran Tasawuf dalam Serat Suluk Pamedaring Ngelmi” yang merupakan koleksi Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar. Suluk tersebut mengandung ajaran tasawuf sebagai langkah mendekatkan diri kepada Allah dalam bentuk maqamat yang terdiri dari al-taubah, al-istiqamah, al-wara’, al-zuhd, al-faqr, al-shabr, al-tawakkul, al-ridha, al-mahabbah dan dalam bentuk ahwal yang terdiri dari muraqabah, mahabbah, khauf, raja’, uns, dan juga yakin. Selain itu, iman, tauhid, makrifat, dan insanul kamil juga termuat di dalamnya. Ajaran-ajaran tasawuf tersebut dapat meminimalisir salah satu permasalahan masyarakat modern saat ini yaitu ketidakseimbangan antara pemenuhan kebutuhan materi dan spiritual.

Narasumber kedua yaitu Adrika Fithrotul Aini, M.Ag. menjelaskan tentang “Pusaran Ilmu Ulama Bugis pada Abad ke-19 M: Syekh Abdul Majid Bin Abdul Hayyi”. Syekh Abdul Majid merupakan salah satu ulama Bugis yang hidup pada rentang tahun 1820 M-1878 M. Adapun beberapa manuskrip yang telah ditulis/disalin yaitu Iṭḥāf al-Murīd Karya Abdul Salam bin Ibrahim al-Laqani, Manuskrip Mushaf al-Qur’an 30 Juz, Sharḥ al-Rā’iyah li-Maʿrifat Rasm al-Muṣḥaf al-ʿUthmānī, Dalāʾil al-Khayrāt wa Shawāriqu al-Anwār fī Dzikr al-Ṣalāt ʿAlā al-Nabiyy al-Mukhtār, Mukhtaṣar min Shamāʿil al-Ḥāfiẓ al-Tirmidhī, Syarah al-Aziziy ‘ala Jami’ as-Saghir, Asrar al-Shalat al-Mubarak, Al-Fawaid al-Suniyat fi Adwia, dan Al-Fawaid fi Shilat wa al-Awaid. Di ambil dari kitab salinan Syekh Abdul Majid yaitu Jauhar al-Tauḥīd  dan  Itḥāf al-Murīd, menerangkan tentang ajaran tauhid dan bermadzab teologi Asy’ari dan bermadzhab fikih Maliki. Di beberapa manuskrip Syekh Abdul Majid, pada bagian kolofon  tertera bahwa tarekat Syekh Abdul Majid adalah Ahmadiyah, Naqsabandiyah, serta dari salinan manuskrip sholawat Dalalil Khairat dan logo Muhammad Kembar pada manuskrip al-Qur’an menunjukkan ia juga bertarekat Syadziliyah. Salah satu karakter tarekat ini juga adalah fleksibel dalam pemilahan pendapat fiqh ijtihadi dari para ulama madzhab. Dalam manuskrip Syekh Abdul Majid terlihat bahwa ia banyak menyalin manuskrip dari madzhab Maliki, meskipun di beberapa kolofon disebutkan bahwa ia adalah madzhab Syafi’i.

Ngasah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PSM UIN Sunan Kalijaga dalam mengkaji, melestarikan, dan menghidupkan kembali tradisi keilmuan melalui pembacaan dan diskusi naskah-naskah klasik. Tema “Tasawuf Nusantara Abad ke-19” diangkat untuk memperdalam pemahaman mengenai perkembangan pemikiran tasawuf di Indonesia pada masa tersebut dan  relevansinya dengan konteks spiritualitas masyarakat masa kini.***