Tulungagung, 30 September 2025 – Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung resmi ditutup hari ini setelah berlangsung selama 50 hari kerja. PPL ini dilaksanakan di komunitas sejarah dan berbagai instansi pemerintah yang tersebar di wilayah Jawa Timur yang meliputi Komunitas Asta Gayatri Tulungagung, Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Dinas Kearsipan, dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek, Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kediri, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, dan Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari Jombang.









Kegiatan PPL bagi mahasiswa Prodi SPI memiliki tujuan utama untuk menjembatani antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan seputar sejarah, peradaban Islam, serta metodologi penelitian dalam berbagai aktivitas yang relevan, seperti dokumentasi sejarah, pengarsipan, maupun pengelolaan warisan budaya. Selain itu, PPL juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktis dan profesional mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Mahasiswa dilatih untuk menyusun laporan, menjalin komunikasi dengan instansi, serta memahami etika kerja di lingkungan pemerintahan maupun komunitas sejarah. Pengalaman ini juga menjadi sarana untuk membangun relasi dengan berbagai lembaga terkait.
Melalui keterlibatan langsung dalam pelestarian sejarah dan budaya, mahasiswa ditanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya, terutama yang berkaitan dengan peradaban Islam. PPL juga menjadi momen penting dalam melatih kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim, sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar dan mengasah keterampilan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan.
Penutupan kegiatan dilaksanakan dalam sebuah acara sederhana namun penuh makna. Hadir dalam acara tersebut para dosen pembimbing, perwakilan instansi mitra, komunitas sejarah, dan mahasiswa peserta PPL. Dengan berakhirnya program PPL ini, para mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh sebagai bekal dalam dunia kerja maupun dalam kontribusi akademik di bidang sejarah peradaban Islam.***
