Dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Dosen melalui Studi Lapangan di Yogyakarta pada 15–19 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh enam dosen SPI, yaitu Hibbi Farihin, Muhammad Ainun Najib, Hendra Afiyanto, Rizal Zamzami, Nurul Baiti Rohmah, dan Febranti Putri Navion. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta didampingi oleh dua fasilitator ahli, yakni Irfan Afifi dari Langgar.co Yogyakarta dan Latif Kusairi dari UIN Raden Mas Said Surakarta, yang memberikan pendampingan dalam sesi penguatan materi, diskusi akademik, serta studi lapangan.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi dosen dalam bidang kajian sejarah peradaban Islam melalui pengayaan materi, diskusi akademik, dan observasi langsung ke berbagai situs bersejarah. Selain pembekalan teoritis, peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui studi lapangan di Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo, dan Museum Kereta Kraton Yogyakarta. Di Benteng Vredeburg, peserta mempelajari sejarah kolonial serta dinamika hubungan pemerintah kolonial dengan Kesultanan Yogyakarta melalui berbagai koleksi museum dan diorama. Selanjutnya, di Museum Sonobudoyo peserta mengamati beragam koleksi manuskrip, artefak arkeologis, benda etnografi, dan peninggalan budaya yang menjadi sumber penting dalam kajian sejarah dan peradaban. Kunjungan ditutup di Museum Kereta Kraton Yogyakarta, tempat peserta mempelajari koleksi kereta kerajaan beserta nilai historis, simbolisme, serta perannya dalam sistem pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.
Studi lapangan dilanjutkan ke Kompleks Makam Raja-raja Mataram Imogiri dan Candi Sambisari. Di Imogiri, peserta mempelajari sejarah Kesultanan Mataram, nilai-nilai religius dan budaya yang berkembang di kawasan makam, serta makna filosofis tata ruang kompleks pemakaman sebagai sumber sejarah Islam di Jawa. Sementara itu, di Candi Sambisari peserta memperoleh pemahaman mengenai peninggalan arkeologis masa Hindu, karakteristik arsitektur candi, serta kesinambungan sejarah Nusantara dari masa Hindu-Buddha hingga berkembangnya Islam di Indonesia. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi reflektif yang membahas hasil observasi lapangan dan pemanfaatan situs sejarah sebagai sumber penelitian.
Melalui kombinasi antara penyampaian materi, diskusi akademik, dan observasi langsung di berbagai situs bersejarah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas dosen dalam mengembangkan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis sejarah peradaban Islam. Selain meningkatkan kompetensi metodologis, kegiatan ini juga memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya.***
